Kamis, 22 Februari 2024

Press Release: LP-UMKM PDM KLATEN KEMBALI MENGINISASI PROGRAM KOLABORASI

Press Release

LP-UMKM PDM KLATEN KEMBALI MENGINISIASI PROGRAM KOLABORASI

Masih segar dalam ingatan publik, Lembaga Pengembangan UMKM PDM Klaten telah sukses menginiasi kerja kolaboratif bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Klaten dalam program Pelatihan Budidaya Pepaya Hawai bagi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kab. Klaten pada Selasa, 6 Februari 2024. Pelatihan di Gedung Dakwah PRM Gading dan diikuti tidak kurang dari 165 petani itu menghadirkan dua narasumber yang kompetan di bidangnya. Para peserta pun sangat antusias mengikuti paparan dari narasumber pertama, Cipto Legowo dari PT Tunas Agro Persada, yang expert di bidang perbenihan dan budidaya hortikultura. Narasumber kedua Edi Suyitno dari Somok Fruits menyampaikan paparan terkait potensi pasar pepaya hawai yang prospektif bagi peningkatan kesejahteraan petani. Pada kesempatan itu sekaligus dilakukan penandatangan MoU antara Koperasi Jatam Klaten yang akan melakukan pendampingan budidaya papaya hawai dengan Somok Fruit yang akan bertindak sebagai off-taker/buyer pepaya hawai hasil panen Jatam Klaten.

Seminggu usai Pemilu, tepatnya 22 Februari 2024, Wahyudi Nasution selaku Ketua LPUMKM PDM Klaten kembali menginiasi program kolaboratif, kali ini dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PD Aisyiyah Klaten. Program kolaboratif ini berupa pendampingan Sertifikasi Halal bagi pelaku usaha kuliner se-Kab. Klaten. Program akan dimulai pada 25 Februari 2024, diawali dengan sosialisasi program Sertifikasi Halal kepada perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Acara tersebut akan digelar di Aula Gedung PD 'Aisyiyah dan akan diikuti oleh sekitar 150 peserta perwakilan dari 26 PCM dan 26 PCA se-Kab. Klaten, masing-masing mengirimkan 2 peserta.

Mengawali diskusi pada rapat koordinasi LPUMKM PDM Klaten dan MEK PDA Klaten, Wahyudi Nasution memaparkan urgensi Muhammadiyah hadir dan turun tangan membantu UMKM kuliner dalam menghadapi kebijakan Pemerintah. Sebagaimana diketahui, Peraturan Pemerintah No. 39/2021 telah menetapkan tanggal 17 Oktober 2024 sebagai batas terakhir UMKM Kuliner mengurus sertifikat halal. Bagi yang belum bersertifikat halal hingga batas waktu tersebut akan dikenakan sangsi, dari berupa teguran, sangsi administratif, hingga penarikan produk dari peredaran.

"Kita tahu, ada ribuan warga Muhammadiyah menjadi pelaku usaha kuliner skala mikro-kecil. Pada umumnya, mereka belum tahu adanya peraturan Pemerintah tersebut. Kalau pun sudah tahu, mereka tidak tahu bagaimana cara mengurusnya," kata Wahyudi Nasution. "Di sinilah urgensi Muhammadiyah turun tangan, memanfaatkan waktu yang tinggal beberapa bulan ini. Maka, mari kita bantu saudara-saudara kita pelaku usaha kuliner mengurus sertifikat halal," imbuhnya memberi semangat kolaganya.

Dijelaskannya juga bahwa LPUMKM telah membangun komunikasi dengan Pusat Studi Halal (PSH) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada acara di PD 'Aisyiyah besok Ahad, PSH UMS dihadir sebagai narasumber. Pada kesempatan itu juga akan dilakukan penandatangan MoU Kerjasama LPUMKM PDM Klaten dengan PSH UMS terkait sertifikasi halal, pelatihan calon Pendamping Halal, hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Slamet Jubaedi, Ketua Bidang Legalitas Usaha LPUMKM PDM Klaten, menambahkan bahwa sebenarnya di Kab. Klaten ini sudah banyak Pendamping Halal yang bersertifikat. Tidak kurang dari 300 orang. 

"Tetapi masalahnya, kita belum tahu ada berapa dan siapa saja yang warga Muhammadiyah," kata Jubaidi. "Maka, kita akan mendata dan mengajak teman-teman Pendamping Halal yang warga Muhammadiyah untuk bergabung di program sertifikasi halal bersama LPUMKM dan MEK PDA ini. Di samping itu, kita juga akan merekrut calon Pendamping Halal untuk mengikuti pelatihan bersama PSH UMS. Ini karena sedemikian banyaknya pelaku usaha dan luasnya wilayah kerja kita," imbuh Jubaidi.

Hj. Fatimah, Ketua MEK PD 'Aisyiyah Klaten, menyambut gembira adanya kolaborasi program ini. Disadarinya bahwa mayoritas pelaku usaha kuliner skala mikro-kecil adalah kaum perempuan. 'Aisyiyah sangat berkepentingan dengan program sertifikasi halal ini.

"Insya Allah kami akan memobilisir teman-teman MEK Cabang untuk berpartisipasi aktif, baik menjadi calon Pendamping Halal maupun mencari pelaku-pelaku usaha kuliner di Ranting untuk kita dampingi," kata Hj. Fatimah.

Rapat koordinasi di RM Ayam & Bebek Brontak milik Wakil Ketua LPUMKM Klaten pun dikhiri dengan menyantap menu pilihan masing-masing.

#pakbei
#ketualpumkmpdmklaten


Minggu, 18 Februari 2024

CINTA NKRI

CINTA NKRI

"Sebenarnya gak papa jagoku kalah, Pak Bei, asal pertandingannya fair, panitia dan jurinya adil," kata Kang Narjo usai nyeruput kopi panas. "Ndelalah berkali-kali nyoblos Pilpres jagoku selalu kalah, berkali-kali nyoblos DPR, DPD, dan DPRD juga sering gak lolos. Sudah biasa," lanjutnya dengan nada terdengar nggrantes.

"Karena Kang Narjo gak titis milih jago, kan?"

"Ya mungkin, Pak Bei. Tapi yang pasti aku punya kriteria jago yang layak kupilih."

"Yang kelihatan alim, shalih, dan pinter, ya?"

"Itu salah satunya."

"Kang, masyarakat tidak butuh orang alim, shalih, dan pinter. Yang dibutuhkan hanya orang yang mau memberi amplop atau sembako menjelang pemilihan."

"Maaf saja, Pak Bei, aku bukan seperti itu. Meski ekonomiku tergolong pas-pasan, aku tidak mau kok didaftar sebagai penerima Bansos, PKH, atau BLT. Sampai aku dibilang sombong oleh Pak RT dan Pak Kadus. Apalagi cuma amplop 50ribuan. Sorry yee....."

"Tapi kemarin nerima amplop juga, kan?"

"Ndelalah gak ada yang nawari aku, Pak Bei. Sorry yee...."

"Makanya jagomu kalah terus, Kang."

"Gak papa. Itulah caraku mencintai NKRI."

"Maksudmu?"

"Aku memilih Caleg dan Capres-Cawapres bukan karena nerima amplop atau sembako."

"Memangnya yang kemarin nerima amplop dan sembako tidak mencintai NKRI, Kang?"

"Jelas, Pak Bei. Itu sama saja merusak NKRI."

"Kok bisa, Kang?"

"Pak Bei, aku masih ingat dulu ustad  dalam satu pengajian yang kuikuti pernah mengingatkan satu ayat dari Allah SWT."

"Apa pesannya?"

"Beliau membacakan satu ayat Al-Quran, tapi aku lupa surah apa ayat berapa, yang artinya "Janganlah kalian seperti perempuan yang mengurai benang yang sudah dipintal dengan kuat menjadi tercerai-berai kembali. Kalian menjadikan janji dan sumpah hanya sebagai alat menipu di antara kalian, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain." Ayat itu jelas sekali kan, Pak Bei?"

"Maksudnya bagaimana itu, Kang?"

"NKRI kita ini terdiri dari 1.240 suku bangsa dan 780 bahasa daerah. Iya, kan?"

"Iya benar."

"Ribuan pulau, suku bangsa, dan ratusan bahasa itu ibarat kapas, lalu oleh para pahlawan pendiri bangsa dipintal menjadi benang yang kuat dan dianyam menjadi lembaran kain yang indah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia."

"Wah benar juga itu, Kang. Terus..."

"Sayang sekali bila ternyata kita justru menjadi seperti perempuan yang merusak kain indah dengan benang yang telah dipintal kuat hingga kembali menjadi kapas yang tercerai-berai. Dan, itu hanya karena kita terperdaya oleh janji-janji manis para politisi yang disponsori para cukong dan oligarki."

"Edan. Elok tenan, Kang Narjo," Pak Bei diam-diam mengagumi kemampuan Kang Narjo menafsirkan ayat Al-Quran dan menghubungkannya dengan situasi nyata. Dia bukan mufasir, bukan ahli tafsir, hanya seorang loper koran. Tapi mungkin karena rajin menghadiri pengajian dan budaya literasinya cukup bagus dengan membaca berita setiap pagi, dia jadi bisa menafsirkan satu ayat Al-Quran secara kontekstual. Edan Kang Narjo, pagi-pagi sudah nguliahi aku," Pak Bei tak habis pikir, tapi juga bersyukur punya sahabat loper koran satu ini.

#serialpakbei
#wahyudinasution
#mpmppmuhammadiyah
#jatampusat
#lpumkmpdmklaten










Selasa, 06 Februari 2024

JATAM Klaten dan Komisi VI DPR RI Kolaborasi Budidaya Pepaya Hawai

JATAM KLATEN dan Komisi VI DPR RI Kolaborasi Budidaya Pepaya Hawai

Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Klaten berhasil menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Pepaya Hawai  pada Selasa, 6 Februari 2024, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah PRM Gading, Klaten Utara.  Acara yang diiniasi oleh Lembaga Pengembangan UMKM (LPUMKM) dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Klaten ini diikuti oleh 165 petani yang berasal dari 26 Kecamatan se-Kabupaten Klaten. 

Dalam sambutannya, Ketua MPM PDM Klaten, Agung Zulianto, memaparkan bahwa MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk JATAM sebagai wadah pengorganisasian dan pemberdayaan petani, pelaku utama produksi pangan yang sangat dibutuhkan manusia. Jatam Klaten yang sudah terbentuk pada Juli 2023 pun terus mengajak para petani untuk bergabung. 

"Agar petani punya posisi tawar yang kuat, baik terhadap pelaku ekonomi pasar bebas maupun para pengambil kebijakan, maka tidak ada pilihan lain kecuali para petani harus mau berjamaah, berjuang bersama-sama mencapai kesejahteraan," kata Agung membakar semangat peserta.

Tak lupa Agung menyampaikan terimakasih kepada dua mitra yang akan menyampaikan materi pelatihan, Ir. Cipto Legowo dari PT Tunas Agro penyedia aneka benih buah-buahan dan Edi Suyitno dari Lamongan yang akan menjadi off-taker hasil budidaya Pepaya Hawai dan buah lainnya. Agung juga menyampaikan terima kasih kepada Bp. Singgih Januratmoko, Anggota Komisi VI DPR RI, yang telah mensponsori pelaksanaan pelatihan bagi anggota Jatam.

Wahyudi Nasution, Ketua LPUMKM PDM Klaten yang juga Wakil Ketua Jatam Pusat, dalam sambutannya menyampaikan tentang perlunya kolaborasi kegiatan antar-Majelis, Lembaga, Ortom, dan Amal Usaha Muhammdiyah. Di samping itu, Muhammadiyah juga harus siap bersinergi-kolaborasi dengan pihak eksternal seperti Pemerintah, DPR, Ormas lain, LSM, dan sebagainya guna memaksimalkan peran dakwahnya.

"Pelatihan Budidaya Pepaya Hawai pagi ini adalah contoh konkrit sinergi-kolaborasi antara LPUMKM dan MPM PDM Klaten, Bapak Singgih Januratmoko selaku Anggota Komisi VI DPR RI, PT Tunas Agro perusahaan Nasional di bidang Hortikultura, dan Bapak Edi Suyitno anggota MPM PDM Lamongan yang menekuni bisnis buah-buahan premium," kata Wahyudi Nasution. 

Singgih Januratmoko dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesungguhnya banyak program kementerian yang dapat diakses untuk pemberdayaan masyarakat.  Terkait Koperasi Jatam, misalnya, Singgih siap membantu akses ke Kementerian Koperasi dan UMKM, salah satu mitra kerjanya di Komisi VI DPR RI, yang punya banyak program bagus.

"Demikian juga Kementerian BUMN. Setiap BUMN punya program CSR yang dapat diakses untuk pengembangan Jamaah Tani Muhammadiyah dan UMKM," imbuh Singgih.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Drs. H. Mochtar Anshori, M.Pd.I. selaku Wakil Ketua PDM Klaten. Dalam sambutannya, Mochtar Anshori menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program kolaborasi untuk pemberdayaan petani. Mochtar mengharapkan program kolaborasi seperti ini akan diikuti oleh semua Majelis, Lembaga, Ortom, dan AUM di lingkungan PDM Klaten.

Sebelum memasuki sessi Pelatihan, dilakukan penyerahan bantuan benih Pepaya Hawai dari Singgih Januratmoko kepada peserta pelatihan yang diwakili oleh Ketua Jatam Klaten, Nusanta Herlambang. Selanjutnya, dilakukan Penandatangan Naskah Kerjasama antara Ketua Koperasi Jatam, Kabul Subahid, dengan Edi Suyitno pemilik Somok Fruits. Pepaya Hawai hasil panen petani Jatam Klaten nanti akan dibeli oleh Somok Fruits melalui Koperasi Jatam Klaten.

Setelah sessi Pembukaan usai, acara berikutnya adalah acara Inti, Pelatihan Budidaya Hawai. Tampak semua peserta antusias mengikuti pelatihan. Sessi pelatihan yang dipandu oleh Kabul Subahid itu diawali pemaparan tentang seluk-beluk budidaya Pepaya Hawai oleh Cipto Legowo, sejak pembenihan, penyiapan lahan, penanaman, perawatan, penanganan hama, hingga teknik memanen buah pepaya. Ketika dibuka sessi tanya-jawab, peserta pun berebut mangajukan pertanyaan, dan semua dijawab dengan baik oleh Cipto Legowo.

Giliran terakhir, Edi Suyitno menjelaskan alasan kenapa berbisnis Pepaya Hawai dan bukan jenis pepaya lainnya. Pepaya Hawai ini sesuai dengan target marketnya, yaitu pasar modern dan konsumen klas menengah-atas. Mereka sangat peka terhadap kualitas dan kemasan, harga dan pembayarannya juga bagus.

"Itulah makanya saya menyambut gembira tawaran kerjasama dari teman-teman Jatam Klaten," kata Edi. "Jatam Klaten yang akan mendamping Bapak-Ibu dalam budidaya, Koperasi Jatam yang akan menangani pasca-panen, dan kami yang akan membelinya dengan harga dan pola pembayaran sesuai perjanjian kerjasama. Inilah yang disebut contract farming. Petani melakukan budidaya dengan sebaik-baiknya, sudah ada jaminan hasil panennya pasti dibeli dengan harga yang bagus dan menguntungkan," sambung Edi.

Acara pun ditutup tepat pukul 12.30 WIB. Semua peserta yang berseragam T-Shirt Jatam warna hijau dengan tag-line PETANI BERDAYA INDONESIA JAYA itu pulang dengan membawa bantuan benih serta media tanam dan cendera mata dari dari Singgih Januratmoko.

#serialpakbei
#wahyudinasution
#mpmppmuhammadiyah
#jamaahtanimuhammadiyah