Masih dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79, pagi ini, Ahad, September 2024, Pemerintah Desa Jemawan, Jatinom, Klaten menggelar acara SENAM & JALAN SEHAT "Jemawan Bersatu". Sebanyak 2.000 warga dari balita hingga manula telah terdaftar sebagai calon peserta. Acara yang digelar di Lapangan Desa Jewawan akan dimulai pukul 06.00 WIB, diawali dengan senam bersama, lalu dilanjutkan jalan santai menyusuri jalan desa sekitar 2 kilomater dengan start dan finish di lapangan Jemawan.
"Ternyata animo warga mengikuti acara ini luar biasa. Sungguh di luar ekspektasi," kata Joko Purnomo, Kades Jemawan. Dikatakannya bahwa sebenarnya panitia hanya mentargetkan 1.000 peserta, tapi rupanya event kumpul ramai-ramai dan olah raga bareng seperti ini disukai warga. "Apalagi akan ada doorprise menarik berupa TV 24 Inchi, Kulkas, Sepeda, kambing, dan ratusan hadiah hiburan lainnya," imbuhnya.
Guna mengawal 2.000 warga dan mengantisipasi hal-hal yang kurang diinginkan, maka dua mobil ambulan relawan dari PKPU dan PKS akan membantu panitia yang dikoordinasi oleh ibu-ibu PKK pimpinan Ibu Rita Setyaningrum. "Ribuan air putih dan snack juga sudah kami siapkan guna menemani para peserta menunggu pengumuman doorprize nanti," kata Rita Setyaningrum. "Pokoknya warga Jemawan pagi ini akan olah raga dan happy-happy bersama," imbuhnya.
Joko Purnomo menambahkan bahwa acara ini digelar bukan semata-mata untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-49, tetapi juga sekaligus memperingati lahirnya Desa Jemawan yang ke-1.198. Kenapa bisa begitu? Bagaimana ceritanya?
Joko Purnomo meyakini, bahwa Desa Jemawan yang juga dikenal sebagai Bawan ini sesungguhnya keberadaannya sudah jauh lebib tua dari Indonesia, yakni sejak masa Mataram Kuno di abad ke-7 hingga ke-9 Masehi. Diyakini bahwa Rakai Bawan yang prasastinya ditemukan di dusun Mao yang terletak di sebelah timur Umbul Jolotundo itu dulu tinggalnya di Bawan yang kemudian disebut Desa Jemawan. Keyakinan itu didukung dengan banyaknya artefak seperti lingga, yoni, arca, watu gilang, dan batu bata ukuran besar ditemukan di dusun Kwaon dan Candirejo.
"Penanggalan yang tertulis di Prasasti Mao itu bila dikonfersi berangka tahun 826 M dan bulan Agustus. Artinya, usia Desa Jemawan saat ini paling tidak sudah berusia 1.198 tahun. Benar atau tidak, silakan para arkeolog melakukan penelitian," imbuh Joko Purnomo.
#pakbei
#pressrelease
#wahyudinasution
Tidak ada komentar:
Posting Komentar