Jumat, 05 Oktober 2018

SASA KENA TIPU

SASA KENA TIPU

"Wah, kapusan lagi, Om. Jinguk tenan og," tiba-tiba Sasa sudah duduk di sampingku sambil ngomel-ngomel.

"Kapusan bagaimana, Sa? Kamu kena tipu lagi?"

"Iya, Om. Kelihatannya cantik dan sopan, jebul kecu. Aku jadi malu banget sama Kang Panut."

"Coba cerita yang bener..."

"Seminggu lalu ada ibu-ibu memelas minta kerjaan di sini. Katanya kerja apapun mau. Dia janda, perlu kesibukan, biar tidak ngrepoti anak-anaknya."

"Ya bagus itu, Sa. Orang kalau sudah biasa kerja, biar sudah tua juga tetap pengin cari-cari kerjaan."

"Ya justru itu, Om. Aku salut sama ibu itu. Pembawaanya juga sopan. Terus kubilang ke Kang Panut supaya dikasih kerjaan. Kang Panut pun manut. Si ibu itu dikasih kerjaan dan boleh nginap di sini."

"Lha terus apa masalahnya, Sa?"

"Jebul kecu tenan, Om. Tadi pagi sebelum shubuh saat orang dapur mulai kerja, dia sudah tidak ada, sudah minggat. Hape Kang Panut dan uang beberapa lembar diembatnya. Jinguk tenan. Malu aku, Om."

"Ooh...jadi kamu kapusan to? Dibohongi ibu itu?"

"Ya iya, Om. Kecu tenan og...."

"Sa, kamu ini kok kayak gak pernah dibohongi orang. Coba diingat-ingat, sudah berapa puluh kali kamu kecelik, ketipu, kapusan  oleh janji-janji politisi yang kamu pilih dan sanjung-sanjung?"

"Wah lha ini. Kalau sudah sampai di situ, modyar aku."

"Modyar piye?

"Ya modyar. Jelas sekarang lebih parah kok, Om. Kapusan kabeh. Keblinger oleh janji-janji waktu kampanye. Gak ada yang netes. Semakin banyak orang korupsi. Harga-harga semakin mahal. Modyar kabeh...."

"Wis wis, Sa. Gak usah diteruske. Sudah sana kerja lagi. Aku mau nyoto dulu."

"Siap, Om. Pokoknya kerja kerja kerja, sak modyare....wkkkkk."

Sasa pun kembali ke tugasnya sebagai juru parkir teladan, dan aku menikmati semangkok soto juara nasional sejak 1950an, Soto Kartongali Jolotundo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar