LOCKDONESIA
Sejak seminggu lalu, Pak Bei tampak sibuk luar biasa dengan pekerjaannya sebagai pengusaha konveksi. Bila sebelumnya masih tampak sore-sore duduk santai di taman bawah pohon alpukat di pojok rumahnya sambil ngopi dan berbincang dengan teman-temannya yang suka mampir, beberapa hari ini Pak Bei tak pernah tampak lagi batang hidungnya, kecuali tahu-tahu mak wush mobilnya lewat di jalan keluar desa. Pak Bei juga belum pernah tampak bergabung dengan teman-teman segenerasinya yang sudah mulai main pingpong lagi di aula masjid setiap bakda isya'. Ketika salah seorang bertanya melalui pesan WA dan mengajaknya bergabung, Pak Bei hanya menjawab, "Maaf, Lur, belum bisa bergabung. Lagi prepegan." Teman-temannya pun maklum, setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri semua pengusaha konveksi memang sibuk. Istilah orang Jawa, prepegan.
Begitulah. Sejak menawarkan produk baru berupa baju Alat Pelindung Diri (APD) melalui akun FB dan beberapa WAG yang kemudian menjadi viral itu, Pak Bei sulit beranjak dari tempat duduknya di gandhok rumah untuk merespon banyak sekali pesan WA yang masuk, baik yang masih sekadar minta info maupun yang langsung PO baju APD.
"Jan ora nyana ora njimpit, tidak mengira sama sekali akan jadi seperti ini," kata Pak Bei pada wartawan-wartawan yang datang mewawancarai dan bertanya alasan Pak Bei membuat APD. "Awalnya, seminggu yang lalu saya trenyuh, prihatin melihat foto dan video di WAG tentang para petugas medis yang bertugas mengevakuasi atau memeriksa dan merawat orang-orang yang diduga terinfeksi virus Corona. Mereka terpaksa hanya memakai jas hujan sebagai pelindung karena tidak punya APD. Kita tahu, Mas, para petugas medis itu di garda terdepan melawan ganasnya Covid-19. Sangat berbahaya kalau mereka tidak dilengkapi APD. Kasihan sekali, keluarganya di rumah pasti sangat khawatir," lanjut Pak Bei.
"Tapi bukankah Bunda Colection usaha Pak Bei ini sedang sangat padat pekerjaan saat ini?," tanya salah satu wartawan.
"Lha ya itulah, Mas. Mulanya kami hanya ingin membantu dan berkontribusi menghadapi wabah ini dengan kemampuan kami yang terbatas. Kucari info seputar APD, bahan dan modelnya, lalu kami buat sampel dengan sedikit bahan yang mampu kami beli. Seorang karyawan kuminta mencobanya dan kami foto. Sorenya kuposting di FB dan WAG dengan tambahan narasi sederhana. Ternyata responnya luar biasa dari seluruh penjuru Tanah Air. Viral, Mas. Para dokter, bidan, perawat, pengelola Rumah Sakit, juga ormas-ormas langsung memesan dan minta supaya cepat dikirim. Ini sungguh di luar ekspektasi kami, Mas," terang Pak Bei.
Sejak pagi bakda shubuh hingga menjelang dini hari, Pak Bei sibuk melayani pemesan via WA. Tanggung jawab produksi diserahkannya pada Bu Bei yang juga tak kalah sibuknya menggalang para penjahit se Kabupaten untuk bergabung membuat APD. Sesekali Pak Bei nemani Bu Bei mendatangi rumah calon mitra kerjanya dan ikut meyakinkan betapa penting peran penjahit dalam melawan wabah corona.
"Kita harus berbuat, Bu. Kita harus membantu saudara-saudara kita para petugas medis dengan kemampuan kita, yakni membuat baju APD," begitu Pak Bei memotivasi calon mitranya.
Tapi betapa kagetnya Pak Bei dan Bu Bei ketika kemarin pagi hendak mendatangi calon mitra di satu dusun, ternyata tidak bisa masuk karena jalan-jalan masuk ke dusun itu ditutup dengan bambu dan dipasangi tulisan, "Maaf, dukuh ini kami lockdown," atau, "Kami perang melawan corona," atau, "Corona? No way...," dan sebagainya. Yang lebih aneh lagi, di jalan-jalan antar Desa ada beberapa bangunan darurat pos penyemprotan disinfektan yang dijaga beberapa Hansip Setiap orang yang lewat jalan itu harus masuk dan berhenti dulu untuk disemprot disinfektan.
"Edya tenaan.....Ini yang namanya gugon tuhon, alias mengada-ada, salah kaprah. Semua orang jadi kontra produktif," begitu grenengan Pak Bei. Bila Pak Bei sudah mulai ngomel hal-hal yang agak berbau politik, Bu Bei memilih diam dan asyik dengan gadgetnya. Pak Bei pun capek sendiri dengan grenengannya, lalu diam dan kembali konsentrasi nyetir mobilnya.
#serialpakbeibubei
MGM Grand casino resort opens Thursday - jtmhub.com
BalasHapusMGM Grand resort 김포 출장샵 hotel and casino resort was one of 영천 출장마사지 the first casinos in U.S. to be opened in 서울특별 출장샵 time to the general public 영주 출장마사지 on the opening day 군산 출장안마 of the