Kamis, 15 Desember 2022

PARTAI UMMAT

PARTAI UMMAT

"Pak Bei, bagaimana ini kok Partai Ummat gak diloloskan KPU? Ini pasti ada yang bermain," kata Narjo sambil melempar koran ke teras nDalem Pak Bei. "Lha kalau disuruh kembali ke PAN jelas gak mau saya?," lanjutnya.

"Memang ada yang nyuruh Kang Narjo kembali ke PAN?," tanya Pak Bei.

"Ya belum ada. Tapi kan jelas terbaca arahnya, Pak Bei."

"Terbaca bagaimana?"

"Kalau Partai Ummat lolos jadi peserta Pemilu, PAN bisa tergerus suaranya di Pemilu 2024. Mayoritas pemilih PAN akan hengkang ke Partai Ummat. Makanya perlu dilakukan berbagai cara agar Partai Ummat tidak lolos."

"Kok bisa begitu, Kang?"

"Jelas bisa. Cetho welo-welo. Para petinggi PAN takut kalau para pemilih dan simpatisannya selama ini akan ramai-ramai bedhol desa ke partainya Pak Amien Rais yang baru, Partai Umat."

"Kenapa takut?"

"Loh, mereka pasti sadar telah mengkhianati Pak Amien, sadar telah merampok PAN menjadi partai pendukung Pemerintah. Pak Bei lihat saja, tokoh-tokoh PAN sudah tidak punya mental oposisi, tidak kritis lagi pada kebijakan yang tidak pro-rakyat, tidak peka terhadap kemungkaran yang semakin marak. Pak Bei lihatlah juga kemana arah dukungan mereka untuk calon Presiden nanti. Cetho welo-welo. Makanya menjelang Pemilu 2024, mereka ketakutan sendiri. Takut akan kehilangan banyak suara, takut semakin banyak kehilangan kursi legislatif dan  hanya akan jadi partai gurem."

Wah gawat juga omongan Kang Narjo ini. Ternyata dia bukan sekedar loper koran, tapi juga bisa menyerap sari berita dari koran-koran yang diantarkannya setiap pagi.

"Waduh saya malah gak tahu  kalau sejauh itu, Kang. Kok sampai segitunya analisismu?"

"Makanya Pak Bei harus rajin-rajin baca koran. Biar titen. Biar bisa membaca tanda-tanda jaman, paham obah mosiking kahanan. Jangan berlangganan koran tapi gak pernah dibaca. Ingat, Pak Bei, bagaimanapun juga berita koran lebih bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hoax."

"Iya ya, Kang. Terus bagaimana soal partai tadi?"

"Ya itu yang saya masih bingung mau ikut partai apa nanti."

"Gak usah bingung, Kang. Rasah dipikir, lha cuma soal partai saja kok repot."

"Pak Bei ini bagaimana, to. Ya memang kita ini cuma rakyat, tapi mbok ya agak cerdas sedikit biar tidak terus-menerus dibodohi orang-orang yang sok pintar dan punya modal. Rakyat ini jangan mau dijadikan bebek yang bisa digiring-giring ke mana saja, lalu telurnya mereka yang menikmati."

"Kalau soal partai, Kang, pilihanku sudah jelas kok."

"Partai apa, Pak Bei?"

"Partai Final Piala Dunia 2022?"

"Wooo....lha ini yang namanya jindul. Ya sudah, Pak Bei, aku mau neruskan tugas dulu. Wassalam..."

"Wa'alaikumsalam...."

#serialpakbei
#wahyudinasution






Tidak ada komentar:

Posting Komentar