Selasa, 27 September 2022

TABLIGH AKBAR

TABLIGH AKBAR

Sejak pagi Pak Bei tampak sibuk dengan HPnya, menjawab berbagai pertanyaan seputar acara Tabligh Akbar menjelang Muktamar Muhammadiyah & 'Asiyiyah ke-48 di Surakarta, baik yang via WAG maupun WApri. Pak Bei sadar betul, itu resiko keterlibatannya sebagai Panitia Muktamar. Orang tahunya setiap panitia pasti memahami berbagai hal seputar Muktamar dan harus siap menjawab dengan baik setiap pertanyaan. Padahal tidaklah demikian. Setiap panitia mengurusi seksi atau sub-seksi yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. Hanya pimpinan dan seksi media atau humas yang tentu harus memahami seluruh urusan dan dapat mengkomunikasikan dengan baik kepada publik. Tapi itu hanya teori. Publik tahunya semua panitia paham segalanya. Maka, Pak Bei pun harus bisa menjawab setiap pertanyaan, meski tak jarang harus bertanya dulu pada teman yang ngurusi kegiatan terkait pertanyaan itu.

Masih mending kalau pertanyaan itu tertulis via WA, masih ada kesempatan bagi Pak Bei bertanya dulu pada teman yang mengurusi langsung. Kalau ndilalah pertanyaan via telepon, itu yang bisa bikin pusing pala dan pelo karena khawatir jawabannya tidak tepat dan mengecewakan.

Seperti tadi pagi, misalnya. Pak Bei baru saja selesai mengisi wadah makan dan minuman burung-burung kesukaannya, 2 ekor perkutut dan 3 ekor derkuku, dan mengembalikan kurungan-kurungan di cantelannya, tetiba ada dering telepon masuk di HPnya.

"Pak Bei, jadinya kapan acara Tabligh Akbar bersama Ustad Adi Hidayat? Ini jamaah mesjid kami sangat antusias untuk hadir bareng-bareng mengikuti langsung tausiyah UAH, ustad kesayangan kita. Kok belum ada publikasinya?," tanya seseorang yang mengaku bernama Taufiq dari Kebak Kramat, Karanganyar.

Bagi Pak Bei, itu kabar bagus, menunjukkan bahwa  animo masyarakat menghadiri acara Tabligh Akbar cukup tinggi. Tidak salah teman-teman panitia memilih UAH yang dihadirkan dengan keyakinan punya daya magnet kuat di masyarakat. Tapi sebenarnya Pak Bei juga agak ngeri mengingat kapasitas Edutorium UMS yang hanya sekitar 5.000 orang. Kalau nanti yang hadir sampai puluhan ribu orang bagaimana? Berarti Pantia harus mengantisipasi, paling tidak menyiapkan sound-system yang memadai, layar lebar LED di luar gedung, dan syukur bisa nyiapkan konsumsi snack atau sekadar air minum botol. Waoow....itu tentu akan menambah budget yang tidak sedikit.

"Mas Taufiq, Insya Allah acara Tabligh Akbar bersama UAH akan kita laksanakan pada Sabtu, 8 Oktober pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Itu bertepatan dengan hari libur Maulid Nabi, pas tanggal merah. Jadi Monggo kalau Mas Taufiq dan jamaah bisa hadir ngaji bareng, tentu panitia akan menyambut dengan gembira," jawab Pak Bei.

"Tidak ada perubahan tanggal ya, Pak Bei?"

"Tidak berubah, Mas. Tetap tanggal 8 Oktober 2022."

"Baiklah, Pak Bei, akan saya infokan ke jamaah dan teman-teman kami di kecamatan lain." kata Taufiq.

"Siap, Mas Taufiq. Silakan info ini diteruskan ke teman-teman. Kita sama-sama mensukseskan seluruh rangkaian acara Muktamar ke-48. Sampai jumpa di Edutorium tanggal 8 Oktober nggih, Mas."

"Matur nuwun sanget, Pak Bei. Assalaamu'alaikum...."

Pertanyaan Taufiq itu sama dengan pertanyaan Pak Baidi dari Weleri tadi malam yang siap hadir bersama rombongan 2 bus. Itu juga sama dengan cerita Didin bahwa PCM Pedan Klaten akan hadir paling tidak 3 bus belum termasuk yang pakai mobil pribadi. Sama juga dengan WA dari Ibu Sholihah dari Slogohimo Wonogiri yang akan hadir bersama jamaahnya dengan mencarter 1 bus besar.

"Luar Biasa. Semoga panitia bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi semua tamunya," kata Pak Bei dalam hati sambil beranjak menuju halaman untuk menyirami aneka bunga mawar yang bermekaran.

#serialpakbei
#wahyudinasution
#seksisyiar
#muktamar50harilagi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar