Jumat, 28 Desember 2018

JUMAT PAHING

JUMAT PAHING

Ini hari Jumat Pahing. Sudah lama aku ingin sesekali mendengarkan khotbah Sasa, tapi belum pernah ada kesempatan. Mumpung hari ini pas jadwal Sasa dan kebetulan waktuku agak longgar, maka sejak pagi kuniatkan jumatan di mesjid kampung Sasa.

Azan sudah berkumandang ketika aku datang. Jamaah pun sudah penuh hingga meluber ke teras depan dan samping kiri-kanan. Sayang sekali, aku cuma dapat tempat di pojok teras depan dan tidak memungkinkan menyaksikan gaya khotbah sahabatku Sasa. Tapi malah kebetulan, pikirku, kalau Sasa melihatku bisa-bisa jadi grogi dia.

Kusimak khotbah Sasa dari awal hingga akhir. Lumayan. Semua rukun khotbah terpenuhi, tak ada yang ketinggalan. Meski tidak seberapa fasih ketika mengutip dan membacakan ayat Al-Quran, tapi aku salut dengan pilihan temanya. Dia mengangkat tema kontekstual yang jarang disampaikan khotib-khotib kampung, tema yang agak nyrempet-nyrempet politik terkini, tentang menghadapi Pemilu, tentang memilih pemimpin negara dan wakil rakyat. "Hebat Sasa. Aku saja gak berani nyampaikan tema ini," kataku dalam hati.

Kulihat jamaah cukup antausias mendengarkan khotbah. Tidak ada yang ngantuk, bahkan beberapa tampak mengangguk-anggukkan kepala tanda memahami apa yang disampaikan khotib.

"Jamaah yang dirahmati Allah, saya tidak ada tendensi mengajak jamaah memilih siapa pada Pemilu nanti," kata Sasa pada khotbah kedua, "Sebagai khotib, saya hanya mengingatkan terutama pada diri saya sendiri, bahwa mengikuti Pemilu adalah sebagian dari ibadah," lanjutnya. "Oleh karena itu, mari kita ikuti Pemilu dengan niat dan cara-cara yang diridhoi Allah SWT. Kita memilih pemimpin sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan berdasarkan 'nyang-nyangan', bukan berdasarkan 'sogokan' amplop seratus-dua ratus ribu, dan sebagainya. Semoga Allah SWT meridhoi segenap bangsa Indonesia. Aamiin," Sasa mengakhiri khotbahnya.

Usai khotbah, Sasa menjadi imam sholat. Meski yang dibaca  hanya surat-surat pendek dari juzz 'Amma, tapi itu tidak mengurangi syarat-rukun sholat Jumat. Kalau pun ada yang kurang, mungkin hanya aku sendiri yang memang tidak khusyuk karena pikiranku justru melayang-layang seputar Sasa, masa lalu dan perubahan hidupnya.

Ah Sasa...bener-bener gile lu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar